Integritas adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu, “integer” yang artinya utuh dan lengkap. Integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Definisi  Integritas  sendiri  sesuai  Peraturan  Menteri  Pemberdayaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) Nomor 38 Tahun 2017 adalah konsisten berperilaku selaras dengan nilai, norma dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan manajemen, rekan kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, menciptakan budaya etika tinggi, bertanggung jawab atas tindakan atau keputusan beserta resiko yang menyertainya. Perilaku kunci yang dapat menunjukkan tingkat integritas seorang ASN pada berbagai level menurut peraturan tersebut, antara lain:

 

  • Mampu bertindak sesuai nilai, norma, etika organisasi dalam kapasitas pribadi.

  • Mampu  mengingatkan,  mengajak  rekan  kerja  untuk  bertindak  sesuai  nilai, norma,   dan etika organisasi.

  • Mampu   memastikan,   menanamkan   keyakinan   bersama   agar   anggota   yang dipimpin  bertindak  sesuai  nilai,  norma,  dan  etika  organisasi  dalam  lingkup formal.

Pentingnya integritas bagi penyelenggara Negara

Lalu   mengapa   integritas   itu   penting,   sebagaimana   disampaikan   John   Maxwell   melalui karyanya Developing The Leader with You, 2014, beberapa peran penting dari integritas adalah:

 

  •    Membangun kepercayaan.

  •    Memiliki nilai pengaruh yang tinggi.

  •    Mempunyai standar yang tinggi.

Bahwa di tengah situasi kondisi pandemi Covid-19 di seluruh dunia yang hingga saat  ini  belum  benar-benar  berakhir,  ditandai  dengan  terus  bermunculan  berbagai varian baru, tuntutan fleksibilitas dalam dunia kerja, termasuk dalam dunia pemerintahan,   kiranya   menjadi   sebuah   keniscayaan.   Misalnya   dengan   adanya penerapan  Work From Home, maka perwujudan nilai-nilai integritas menjadi tantangan tersendiri, yaitu terkait dengan kehadiran fisik di ruang kantor yang tidak lagi menjadi keharusan, sehubungan dengan adanya sistem absensi yang dilaksanakan secara online dan bisa dilakukan secara mobile dimana saja. Bagi pegawai yang memegang teguh nilai integritas  di  dalam  jiwanya,  adanya  penerapan Work  From  Home,  tidak  akan berpengaruh   banyak   terhadap   performa   kinerja   nya   maupun   terhadap   output pekerjaan yang ia hasilkan, pegawai tersebut akan tetap produktif. Namun bagaimana dengan pegawai yang nilai integritasnya ternyata belum menyatu dalam jiwanya. Ini seperti mendapat peluang untuk tidak melaksanakan apa-apa yang menjadi tugasnya, karena berkurangnya pengawasan langsung dari atasan.

 

  • Lalu bagaimana cara mengembangkan Integritas diri sekaligus orang lain di sekitarnya, caranya antara lain:

  • Pahami dan internalisasi hakikat integritas.

  • Tunjukkan integritas setiap saat melebihi apa yang anda harapkan dari orang lain.

  •  Bertanggungjawab terhadap apa yang salah yang telah anda lakukan.

  •  Hargai pendapat dan keputusan orang lain.

Sedangkan apa saja yang dapat dilakukan organisasi untuk menjunjung tinggi integritas,  yaitu:

 

  •    Menyampaikan pentingnya dan urgensi integritas di tempat kerja.

  •    Wujudkan keterkaitan antara kebijakan - proses - prosedur integritas.

  •    Menunjukkan keteladanan.

  •    Tangani cepat pelanggaran integritas.

  •    Sosialisasikan terus-menerus tentang integritas.

Mahkamah Agung memiliki 8 nilai utama, yaitu :

1.   KEMANDIRIAN

2.   INTEGRITAS

3.   KEJUJURAN

4.   AKUNTABILITAS

5.   5.RESPONSIBLITAS

6.   KETERBUKAAN

7.   KETIDAKBERPIHAKAN

8.   Perlakuan yang sama di hadapan Hukum.

 

Kita pun dapat mengaktualisasikan 8 nilai tersebut ke dalam (1) pengakuan secara terbuka     bila     telah melakukan    kesalahan, (2)     berani menegur, mengingatkan orang lain adanya ketidaksesuaian dengan nilai-nilai yang ada, serta (3) memiliki komitmen tinggi untuk selalu menyampaikan kebenaran meskipun sulit dan mengorbankan kepentingan pribadi. Integritas mencakup pula nilai kewargaan yakni sadar akan hak dan kewajiban serta dapat dipercaya. Sehingga mengamalkan   nilai-nilai   integritas   diyakini   dapat   berperan   dalam   pembenahan karakter dan moral bangsa secara sistematis yang mendukung sikap antikorupsi di negeri ini.