Anggaran Bimtek Nyaris Tiada, Ini Strategi Badilag
Jakarta l Badilag.net
Berkurangnya anggaran Ditjen Badilag tahun 2016 juga berimbas kepada penyelenggaraan bimbingan teknis. Jumlah dan frekwensi bimtek yang diselenggarakan Badilag akan berkurang drastis. Karena itu, diperlukan strategi khusus.
Anggaran Badilag tahun depan berkurang sekitar Rp17 miliar, dari Rp50,5 miliar menjadi Rp33 miliar. Pengurangan paling besar, salah satunya, dialami Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama. Dari Rp17,9 miliar pada tahun ini, anggaran direktorat tersebut tinggal Rp11,9 miliar tahun depan. Itupun, 80 persennya akan dipakai untuk membiayai mutasi tenaga teknis peradilan agama.
“Tahun 2016 nyaris tidak ada lagi biaya bimtek. Kami akan mengubah pola dan metode bimtek,” kata Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Dr. H. M. Fauzan, S.H., M.H., M.M., dalam rapat koordinasi Badilg, Kamis (3/12/2015).
M. Fauzan mengatakan, pihaknya berencana mengubah metode bimtek dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran berbasis TI dengan memanfaatkan eLearning.
Pada awal Desember ini, eLearning Badilag sudah diserahkan oleh pengembang. Diagendakan, eLearning tersebut dipakai secara nasional untuk lingkungan peradilan agama mulai tahun depan.
“Di situs eLearning baru ada 4 modul. Semuanya hanya mengenai pelayanan publik di peradilan agama. Kami mohon nanti disiapkan satu kamar untuk pelayanan kepada pejabat publik peradilan agama,” ujar M. Fauzan.
Jika hendak dipakai untuk keperluan bimtek, konten eLearning Badilag memang harus ditambah dan dikembangkan, sesuai dengan jenis dan fokus bimtek yang hendak di-eLearning-kan.
Di Badilag, selama ini bimtek diselenggarakan oleh tiga direktorat, yakni Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis, Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama dan Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Agama.
Fokus Bimtek yang diselenggarakan tiga direktorat tersebut berbeda-beda, sesuai tupoksi masing-masing. Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis fokus pada peningkatan kualitas tenaga teknis, khususnya hakim dalam memeriksa dan memutus perkara. Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama fokus pada peningkatan kualitas administrasi perkara, terutama untuk tenaga kepaniteraan. Sedangkan Direktorat Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata fokus pada pemberkasan perkara kasasi dan peninjauan kembali serta kesyariahan.
Masa transisi
Jika menengok ke belakang, rencana untuk mengubah metode bimtek dari tatap muka ke eLearning sesungguhnya sudah mengemuka sejak hampir tiga tahun silam.
“Pelatihan jarak jauh atau eLearning akan dimulai secara bertahap. Transisi hingga tahun 2016,” ujar Dirjen Badilag kala itu, Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., dalam rapat koordinasi Badilag, 31Mei 2013.
Langkah ancang-ancang Badilag itu selaras dengan kebijakan MA dan akan diberlakukan untuk seluruh unit kerja eselon I di MA yang membina badan peradilan.
Disadari, penggunaan eLearning merupakan tuntutan jaman dan selaras dengan Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010-2035. Dengan e-learning, upaya peningkatan kualitas aparatur peradilan akan menjadi lebih efektif dan efisen.
Selain itu, eLearning akan jadi solusi atas keluhan mengenai kurang meratanya peserta bimtek dan kurang optimalnya transfer of knowledge dari aparatur yang telah mengikuti bimtek kepada aparatur di satkernya yang belum diikutkan bimtek.
[hermansyah]