Apresiasi dan Petuah untuk Para ‘Alumnus’ Badilag

Jakarta l Badilag.net

Selain mengambil sumpah dan melantik para pejabat eselon IV, pada Kamis (4/2/2016) Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, M.H. juga melepas para pejabat dan pegawai Badilag yang meneruskan pengabdiannya di pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding di lingkungan peradilan agama.

Tercatat ada 11 mantan pejabat dan pegawai Badilag yang kini berkarir di daerah. Tiga di antaranya hadir dalam acara pelepasan.

Mereka yang hadir adalah Joko Wiranta, S.H., M.H. (Kasi Tata Naskah pada Subdit Mutasi Panitera dan Jurusita Ditjen Badilag yang menjadi Kabag Perencanaan dan Kepegawaian PTA Banten), Fenny Sulistyaningsih, S.E., M.M. (Kasubbag Akuntansi pada Bagian Perencanaan dan Keuangan Ditjen Badilag yang menjadi Sekretaris PA Purwokerto) dan Maskur Ramdani, S.H. (staf Ditbinadmin Badilag yang menjadi panitera pengganti PA Tasikmalaya).

Kepada mereka, mewakili keluarga besar Badilag, Dirjen Badilag memberikan cinderamata sekaligus memberikan apresiasi atas pengabdian yang telah mereka berikan kepada Badilag.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya dan mohon maaf jika ada kesalahan dan kekhilafan kami,” ucapnya, dalam seremoni yang juga dihadiri H. Sunarto, S.H., M.H., mantan Kasubdit Mutasi Hakim Badilag yang kini menjadi hakim tinggi PTA Banten itu.

Dirjen Badilag berpesan, para ‘alumnus’ Badilag itu dapat menjaga nama baik Badilag dengan menunjukkan kinerja dan perilaku yang baik.

Di manapun mengabdi, menurut Dirjen Badilag, pada dasarnya aparatur peradilan bertugas untuk melayani. Jika di pusat, yang dilayani adalah aparatur yang berada di daerah. Sedangkan jika di daerah, yang dilayani adalah para pencari keadilan.

“Layani orang dengan baik. Jangan minta apa-apa. Lebih baik terima yang tiap bulan rutin. Tutup pintu untuk para pembujuk,” ia berpesan.

Dirjen Badilag mengingatkan, bekerja di pengadilan dihadapkan pada berbagai godaan. Panitera pengganti, misalnya, akan sering berinteraksi dengan para pihak. Tidak tertutup kemungkinan, ada pihak-pihak yang ingin melakukan penyimpangan.

“Jangan sampai menjual nama hakim. Ada yang begitu, sekarang dikenai hukuman disiplin,” kata Dirjen Badilag.

Sekretaris Ditjen Badilag H. Tukiran, S.H., M.M mengharapkan agar amanah yang diberikan kepada para ‘alumnus’ Badilag itu disyukuri.

“Terimalah jabatan ini sebagai anugerah dari Allah. Semoga barokah dan bisa memberikan yang terbaik untuk lembaga,” tuturnya.

Mewakili rekan-rekannya, Joko Wiranta mengucapkan terima kasih kepada segenap unsur di Badilag. Permintaan maaf juga ia lontarkan, karena menyadari tidak mungkin tidak ada gading yang tak retak.

Di hadapan para pejabat dan pegawai Badilag yang menghadiri acara ini, ia juga mengungkapkan rasa syukurnya telah diberi kesempatan untuk mendapatkan tantangan baru di bidang dan di satker baru, setelah lebih dari 20 tahun mengabdi di Badilag—sejak unit kerja ini masih berada di bawah Depag.

[hermansyah]