Badilag Mulai Menguji Coba SIADPA Redesain di 8 PA
Jakarta l Badilag.net
Selama hampir sebulan, 30 September hingga 23 Oktober 2015, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI menguji coba implementasi SIADPA hasil redesain di delapan pengadilan agama.
Ke-8 PA itu adalah PA Depok, PA Bogor, PA Purbalingga, PA Kendal, PA Gresik, PA Kalianda, PA Sijunjung dan PA Banjarbaru.
Uji coba SIADPA itu dilaksanakan pejabat Badilag bersama Timnas TI Bidang Administrasi Peradilan Agama. Pelaksanaannya berbarengan dengan kegiatan monitoring administrasi kepaniteraan, tata kerja dan tata kelola peradilan agama.
Tugas tim penguji coba tidak berhenti di situ. Masing-masing tim secara berkala akan terus memonitor perkembangannya hingga kurun waktu tiga bulan melalui situs htttp://retech.badilag.net.
Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag Dr. H. Hasbi Hasan, M.H. mengungkapkan, launching sekaligus uji coba SIDAPA Redesain mundur dari jadwal semula.
“Karena ada sesuatu hal. Ada sedikit kendala. Harusnya Desember tahun lalu, jadinya bulan ini,” ujarnya, di hadapan para panitera/sekretaris pengadilan tingkat banding dari lingkungan peradilan agama, di Badung, Selasa (6/10/2015).
Hasbi Hasan bersyukur, upaya redesain ini dapat dilakukan meski dengan dukungan anggaran yang tidak besar. “Kita melakukan redesain SIADPA hanya dengan dana Rp85 juta. Bukan miliaran,” tandasnya.
Menurutnya, upaya mendesain ulang SIADPA dan mengimplementasikannya ke seluruh satker di lingkungan peradilan agama tidak akan berhasil jika tidak melibatkan tim yang kompeten dan kompak. “Kita tidak bergantung kepada individu tertentu, tapi pada tim,” ujarnya.
Karena itu, upaya meredesain SIADPA disatupaketkan dengan upaya merevitalisasi Timnas SIADPA menjadi Timnas TI Bidang Administrasi Peradilan Agama yang memiliki struktur dan program kerja yang lebih jelas dan lebih terarah.
“Kita akan lebih optimalkan peran timnas. Mereka tidak hanya jadi pekerja, tapi juga jadi pemikir. Jadi narsum.
Setelah SIADPA Redesain jadi dan mulai diujicobakan, Hasbi Hasan berharap seluruh unsur di peradilan agama dapat memberikan dukungan sepenuhnya.
Di samping itu, ia juga berharap agar uji coba, implementasi, evaluasi dan penyempurnaan SIADPA Redesain dilakukan secara bertahap tidak konsisten. “Seribu langkah selalu dimulai dari langkah pertama,” ujarnya.
[hermansyah]