Dirbinadmin Badilag: Jangan Hanya Inovasi, Tapi Juga Invensi
Jakarta l Badilag.net
Direktur Pembinaan Administrasi Ditjen Badilag Dr. H. Hasbi Hasan, M.H. memberi wejangan berharga buat para finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015.
Ketika menerima kunjungan mereka di Laboratorium Back Up SIPP (Dulu Laboratorium SIADPA), Kamis (12/11/2015), Hasbi Hasan mengapresiasi kerja keras para finalis itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di pengadilan melalui produk-produk inovasi yang mereka hasilkan.
“Selamat telah masuk 10 besar,” kata Hasbi Hasan. Secara khusus, ucapan selamat ia tujukan kepada PA Kab Malang, PA Tanggamus dan PA Merauke—tiga satker dari lingkungan peradilan agama yang masuk 10 besar.
Selain memberi apresiasi, Hasbi Hasan juga mengingatkan mereka agar tidak cepat puas atas capaian yang mereka raih. Menurutnya, inovasi-inovasi yang ada sekarang masih harus dikembangkan lagi supaya lebih sempurna dan manfaatnya lebih terasa.
Hasbi Hasan pun menantang mereka untuk tidak berhenti menjadi inovator, tapi juga mampu menjadi inventor.
“Inovasi itu memang sesuatu yang baru, tapi sifatnya mengembangkan sesuatu yang telah ada sebelumnya. Kalau invensi, itu penemuan yang benar-benar baru. Misalnya Thomas Alfa Edison yang menemukan listrik,” ujarnya.
Soal munculnya berbagai inovasi di pengadilan,khususnya dengan mengoptimalkan teknologi informasi, Hasbi Hasan mengaku tidak kaget. Sejak sepuluh tahun silam, ketika studi banding ke Australia, dirinya sudah mengetahui berbagai inovasi pengadilan.
“Tahun 2005, kami ke Australia. Itu yang namanya alat perekaman persidangan sudah ada. Telekonferensi juga ada. Begitu pula pendaftaran online dan lain-lain,” ungkapnya.
Untuk konteks pengadilan Indonesia, menurut Hasbi Hasan, tidak semua inovasi dapat diterapkan. “Bagaimanapun juga kita harus tetap memperhatikan Pola Bindalmin,” tuturnya.
Kepada para inovator itu, Hasbi Hasan juga berpesan agar mereka senantiasa meningkatkan kapasitas keilmuan. “Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu,” tandas dosen Pasca Sarjana Universitas Jayabaya itu.
Dalam kesempatan ini, para tamu Badilag itu juga diberi penjelasan mengenai sistem administrasi perkara di peradilan agama beserta monitoring-nya oleh Badilag. Yang memberi penjelasan adalah mantan Kepala Seksi Statistik Badilag yang kini menjadi Pansek PA Kudus Tohir, S.H., M.H.
[hermansyah]