Direktur Pratalak Badilag Hidayatullah MS Purna Bhakti

Jakarta l Badilag.net
Masa bhakti Drs. H. Hidayatullah MS, M.H., Direktur Pranata dan Tatalaksana Perkara Peradilan Agama Ditjen Badilag, berakhir.
Badilag menggelar acara purna bhakti untuk pejabat eselon II itu pada Senin (9/11/2015) malam di Bogor, sambil melepas beberapa pejabat eselon IV yang pindah tugas ke pengadilan tingkat pertama dan banding. Acara itu merupakan sebagian dari agenda rapat koordinasi Badilag yang berlangsung tiga hari.
Secara pribadi dan mewakili keluarga besar Ditjen Badilag, Badilag Drs. H. Abdul Manaf, S.H., M.H. mengucapkan selamat kepada Pak Dayat yang purna bhakti dengan khusnul khatimah dan happy ending. Dirjen juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya atas kinerja dan kiprah Hidayatullah MS dalam memajukan Badilag dan peradilan agama.
“Kami juga memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Semoga Bapak Hidayatullah senantiasa diberikan kesehatan dan dapat melanjutkan pengabdian di tengah-tengah masyarakat,” kata Dirjen Badilag.
Ucapan selamat dan kenang-kenangan juga diberikan Ketua Kamar Agama Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.Ip., M.Hum beserta para hakim agung dari Kamar Agama, yakni Dr. H. Ahmad Kamil, S.H., M.Hum., Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., Dr. H. Amran Suadi, S.H., M.H., dan Dr. H. Mukti Arto, S.H., M.H.
Para pejabat eselon II Badilag tak ketinggalan memberikan selamat. Mereka adalah Sekretaris Ditjen Badilag H. Tukiran, S.H., M.M, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Dr. H. M. Fauzan, S.H., M.H., dan Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Dr. H. Hasbi Hasan, M.H.
Pak Dayat--panggilan akrab Hidayatullah MS—terharu ketika menyampaikan kata-kata perpisahan. Selain mengucap terima kasih dan memohon maaf, ia mengenang saat-saat sulit dalam hidupnya selama tiga tahun terakhir.
Pak Dayat pernah terkena sakit parah, sehingga harus dirawat di rumah sakit selama berpekan-pekan. Suatu ketika, ungkap Pak Dayat, dirinya dijenguk Ketua Kamar Agama saat itu, Dr. H. Andi Syamsu Alam, S.H., M.H. Pak Andi—sapaan akrabnya—berbincang dengan dokter yang merawat Pak Dayat.
“Dokter itu mengatakan, harapan hidup saya sudah tidak ada,” kata Pak Dayat, berkaca-kaca.
Ternyata prediksi dokter itu meleset. Pak Dayat sembuh dan dapat melanjutkan aktivitasnya selaku salah satu direktur Badilag, hingga akhirnya purna bhakti.
Pak Dayat lahir di Serang, 10 Oktober 1955. Mulai berkarir di Departemen Agama pada tahun 1984, alumnus IAIN Jakarta itu pernah menjadi Kasubdit Hukum dan Perundang-undangan di Depag, sebelum menjadi Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama dan Direktur Pratalak ketika Badilag pindah dari Depag ke MA.
Selama 10 tahun, Pak Dayat menjadi pejabat eselon II di Badilag pada masa kepemimpinan tiga Dirjen: Wahyu Widiana, Pak Purwosusulo, dan Abdul Manaf.
[hermansyah]