WhatsApp Image 2026 03 31 at 1a6.39.03

DENPASAR – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus pembinaan di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bali. Kedatangan Dirjen Badilag disambut langsung oleh Ketua PTA Bali, para Wakil Ketua, Hakim Tinggi, para Ketua Pengadilan Agama se-wilayah PTA Bali, Panitera, Sekretaris PTA, serta seluruh aparatur peradilan di lingkungan PTA Bali, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kantor PTA Bali ini bertujuan untuk memperkuat integritas dan profesionalitas aparatur peradilan, serta mengevaluasi capaian kinerja satuan kerja di lingkungan Peradilan Agama se-Bali.

Dalam arahannya, Dirjen Badilag menyampaikan sejumlah pesan penting yang menjadi perhatian pimpinan Mahkamah Agung. Ia menegaskan bahwa integritas adalah harga mati dan profesionalitas adalah keharusan, sejalan dengan peningkatan kesejahteraan yang telah diberikan kepada hakim. "Tidak boleh ada pelayanan yang bersifat transaksional. Ketua MA telah menegaskan tindakan tegas, termasuk pemberhentian, bagi hakim yang masih bermain-main," tegas Muchlis mengutip pesan Ketua Mahkamah Agung.

WhatsApp Image 2026 03 31 at 16.39.04

Dirjen Muchlis juga mengingatkan bahwa Pengadilan Agama tetap eksis di tengah tantangan zaman karena dua modal utama yang tidak pernah lekang oleh waktu, yaitu integritas dan kejujuran. Ia meminta seluruh aparatur untuk menjaga kondusivitas di tempat kerja, dengan menyamakan sistem peradilan seperti sebuah tubuh yang membutuhkan dukungan semua organ agar dapat berfungsi optimal.

Pada kesempatan tersebut, Muchlis juga menyoroti perluasan kewenangan Peradilan Agama melalui Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2025. Menurutnya, regulasi ini menandai era baru penguatan kelembagaan, khususnya dalam penanganan sengketa ekonomi syariah. "Penambahan kewenangan ini tidak lahir begitu saja, butuh perjuangan. Oleh karena itu, persiapkan kemampuan dan kapabilitas yang mumpuni untuk menjalankan amanah baru ini," pesannya.

Terkait pemanfaatan teknologi, Dirjen Badilag memaparkan data capaian penggunaan e-Court di lingkungan PTA Bali yang menunjukkan hasil 100 persen untuk seluruh satuan kerja pada Tahun 2025 dan per Maret 2026. Namun, ia juga mengingatkan agar aparatur pengadilan bijak dalam bermedia sosial, mengingat saat ini ada tujuh hakim yang sedang menjalani pemeriksaan oleh Badan Pengawas (Bawas) terkait hal tersebut.

WhatsApp Image 2026 03 31 at 16.39.03

Selain itu, ia memaparkan program prioritas Badilag Tahun 2026 yang mencakup penguatan integritas dan akuntabilitas, penguatan kualitas layanan pengadilan, penguatan kelembagaan, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan teknologi informasi. Target-target kuantitatif seperti optimalisasi e-Court (target 98%), keberhasilan mediasi (target 50%), dan keberhasilan eksekusi (target 71%) menjadi perhatian utama.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran peradilan agama di Bali untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga kepercayaan publik, dan memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.