Hanya 10 Peserta Seleksi Calon Wakil Ketua PTA yang akan Lolos
Jakarta l Badilag.net
Selama tiga hari, Senin-Rabu (14-16/9/2015), 30 hakim tinggi dari lingkungan peradilan agama mengikuti seleksi calon Wakil Ketua PTA/MS Aceh.
Proses seleksi yang berlangsung di Gedung Sekretariat MA itu dibagi menjadi dua babak. Babak pertama, pada hari Senin, adalah profile assessment dan babak kedua, pada hari Selasa dan Rabu, adalah fit and proper test.
Dari 30 peserta seleksi itu, hanya peserta berperingkat 1 hingga 10 yang akan lolos dan dipromosikan menjadi Wakil Ketua PTA/MS Aceh. Peserta dengan peringkat 11 hingga 15 berkemungkinan untuk sekali lagi diikutkan dalam seleksi serupa, dengan syarat berusia tidak lebih dari 63 tahun. Sementara itu, peserta berperingkat 16 hingga 20 dinyatakan gagal dan tidak akan dipanggil untuk mengikuti seleksi serupa.
Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, M.H., ketika memberi arahan di hadapan para peserta, mengatakan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara profesional, objektif, transparan dan terukur. Acuannya adalah Keputusan Ketua MA Nomor 142/2015.
“Tidak ada yang kami tutup-tutupi. Setelah fit and proper test, Tim Penguji langsung melakukan rapat pleno dan insya Allah pada Rabu malam hasilnya langsung kami umumkan,” ujarnya.
Dirjen Badilag mengungkapkan, sesungguhnya ada ratusan hakim tinggi yang memenuhi syarat, baik dari segi usia maupun pangkat/golongan, untuk mengikuti seleksi. Namun, karena berbagai pertimbangan, hanya 30 hakim tinggi yang dipilih untuk ikut seleksi.
Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Ditjen Badilag Dr. H. M. Fauzan, S.H., M.H. menambahkan, Badilag hanya melaksanakan ketentuan normatif yang berlaku dan kebijakan yang telah digariskan pimpinan MA.
“Karena itu manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Nasib Bapak-bapak dan Ibu-ibu ada di tangan Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Kami hanya memfasilitasi,” tandasnya.
Berdasarkan data dari Subdit Mutasi Hakim, hingga akhir tahun 2015, ada tujuh posisi Wakil Ketua PTA yang lowong.
Para peserta yang lulus pada seleksi kali ini akan dipromosikan secara bertahap. Tujuh orang kemungkinan akan dipromosikan tahun ini dan tiga lainnya akan dipromosikan tahun depan. Promosi itu bukan ditentukan oleh Tim Promosi-Mutasi, melainkan diputuskan dalam rapat pimpinan MA.
[hermansyah]