Hasil Kompetisi Inovasi Peradilan Segera Ditindaklanjuti
Jakarta l Badilag.net
Mahkamah Agung akan segera menindaklanjuti hasil kompetisi inovasi pelayanan publik peradilan 2015. Serangkaian pertemuan digelar untuk membahas itu.
Pada pertemuan yang dipimpin Ketua Kamar Pembinaan Prof. Dr. Takdir Rahmadi, S.H., L.LM, di Gedung MA, Jumat (12/2/2016), inovasi-inovasi yang akan ditindaklanjuti mulai dipetakan.
“Kita perlu mengkaji dan menganalisis, mana saja inovasi yang perlu kita replikasi atau kita terapkan di pengadilan-pengadilan di seluruh Indonesia,” kata Prof Takdir, dalam rapat yang dihadiri panitia kompetisi inovasi itu.
Yang dikaji dan dianalisis adalah produk-produk inovasi yang masuk 10 besar dalam kompetisi, baik dari segi manfaat, peralatan yang diperlukan, maupun biaya yang dibutuhkan.
|
No |
Produk Inovasi |
Nama Pengadilan |
|
1 |
Audio to Text Recording (ATR) |
PA Kabupaten Malang |
|
2 |
Menghitung sendiri panjar biaya perkara (e-SKUM) |
PN Pekanbaru |
|
3 |
Tanggamus Mobile Court (TMC) |
PA Tanggamus |
|
4 |
Mediasi teleconference |
PN Bale Bandung |
|
5 |
Computerized system dalam pengarsipan perkara |
PN Samarinda |
|
6 |
Aksesibiltas pengguna difabel di website standar |
PN Munkid |
|
7 |
Pelayanan informasi secara interaktif melalui siaran radio |
PN Bontang |
|
8 |
Pelayanan Kesehatan dan Ruang Pengasuhan Anak sebagi Bagian dari inovasi pelayanan terpadu |
PN Yogyakarta |
|
9 |
Pelayanan Peradilan Pemulihan Terpadu (P3T) |
PN Salatiga |
|
10 |
Kemudahan Memperoleh Informasi dengan HP |
PA Merauke |
Dari 10 produk inovasi itu, hanya sebagian yang akan direplikasi. Penentuan produk inovasi yang perlu dan tidak perlu direplikasi dilakukan secara objektif.
Sesuai arahan Ketua MA, menurut Prof Takdir, yang perlu direplikasi adalah produk inovasi yang dapat diterapkan di semua lingkungan peradilan dan tidak memberatkan dari segi biaya.
“Nanti Ketua MA akan membuat payung hukumnya, berdasarkan kajian yang kita lakukan,” ujar Prof Takdir.
Setelah itu, MA akan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan. Agar terlaksana dengan baik, perlu ada perencanaan yang matang.
[hermansyah]