Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah STAIN Pekalongan KKL di Ditjen Badilag
Jakarta | Badilag.net
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama mendapat kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah STAIN Pekalongan, bertempat di Ruang Rapat Lt. VI Ged. Sekretariat Mahkamah Agung RI (27/9). Rombongan tersebut berjumlah 74 mahasiswa dan didampingi oleh 2 dosen pembimbing.
Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah STAIN Pekalongan disambut dengan hangat oleh Dr.H. Hasbi Hasan, M.H. (Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Ditjen Badilag) dan Subeno Trio Leksono, S.H.,M.M (Kasubdit Bimbingan dan Monitoring, Ditadmin PA). Acara dibuka langsung oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Dr. H. Hasbi Hasan, M.H. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terimakasih kepada STAIN Pekalongan yang telah mempercayakan Ditjen Badilag sebagai tempat tujuan untuk melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Beliau juga menyampaikan beragam informasi seputar perkembangan Peradilan Agama dari masa ke masa, modernisasi Administrasi Peradilan Agama berbasis Teknologi Informasi, serta peluang kesempatan kerja bagi sarjana lulusan Hukum Ekonomi Syari’ah di Mahkamah Agung. Dr. Hasbi Hasan pun membagi tips serta memberikan “spirit” kerja keras kepada Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah jika nantinya berkiprah dimanapun.
Sambutan selanjutnya oleh Dr. M Fatah, M.Ag selaku Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah STAIN Pekalongan yaitu sebagai dosen pendamping mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah STAIN Pekalongan. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih banyak kepada Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Ditjen Badilag dan seluruh keluarga besar Ditjen Badan Peradilan Agama yang telah menerima mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Lapangan di Ditjen Badan Peradilan Agama.
Setelah usai berbagi informasi, Dr. Hasbi Hasan mengajak rombongan melihat galery peradilan agama yang berada di lantai 6 gedung sekretariat Mahkamah Agung RI, beberapa mahasiswa terlihat antusias dan sangat kagum terhadap galery peradilan agama yang menampilkan beragam koleksi benda dan buku yang di “display” didalam lemari kaca.
(H2O).