image002

Riyadh — Perjalanan panjang menempuh jarak ribuan kilometer bukanlah hal yang ringan. Namun, demi mengemban amanah negara dan meningkatkan kapasitas diri, para Duta Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan penuh semangat dan keikhlasan menapaki rihlah ilmiah menuju Riyadh, Arab Saudi.

Perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 15 jam penerbangan, dengan transit di beberapa bandara, menjadi ujian awal bagi para peserta. Kelelahan fisik, perbedaan waktu, serta adaptasi dengan lingkungan baru tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus melangkah. Di balik rasa lelah, tersimpan harapan besar untuk menimba ilmu terbaik di pusat peradaban keilmuan Islam dunia.

Tak hanya meninggalkan kenyamanan tanah air, para peserta juga harus berpisah sementara dengan keluarga tercinta. Anak, istri, dan orang tua menjadi bagian dari doa yang mengiringi setiap langkah. Perpisahan ini menjadi bentuk pengorbanan mulia demi tugas negara dan pengabdian kepada bangsa. Dengan restu keluarga, para duta berangkat membawa semangat tanggung jawab dan komitmen yang tinggi.

Setibanya di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, rombongan tiba dengan selamat dan penuh rasa syukur. Kehangatan langsung terasa saat para peserta disambut oleh pihak panitia penyelenggara dan perwakilan dari Ma'had Aly Lil Qadla' Jami'atul Imam Muhammad Ibnu Suud al-Islamiyah. Penyambutan tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan pelatihan yang akan dijalani selama beberapa pekan ke depan.

Tanpa banyak waktu untuk beristirahat, para peserta segera diarahkan menuju tempat akomodasi dan menerima pengarahan awal terkait jadwal, tata tertib, serta budaya akademik yang akan diterapkan selama pelatihan. Kedisiplinan, etika, dan kesungguhan menjadi nilai utama yang terus ditekankan sejak hari pertama.

image004

Pelatihan ini tidak sekadar menjadi ajang peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga ruang pembentukan karakter, integritas, dan wawasan global bagi para hakim. Di sinilah para duta ditempa untuk mampu menjawab tantangan sengketa ekonomi syariah yang semakin kompleks dan dinamis di Indonesia.

Dengan semangat “berangkat membawa niat, pulang membawa manfaat”, para Duta MA bertekad memanfaatkan setiap detik pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Ilmu, pengalaman, dan jejaring internasional yang diperoleh diharapkan menjadi bekal berharga dalam memperkuat kualitas peradilan agama di tanah air.

Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin, intelektual, dan pengabdian. Dari Riyadh, para duta menorehkan kisah perjuangan demi terwujudnya peradilan Indonesia yang unggul, berintegritas, dan berkelas dunia. (Tim Peliput Pelatihan)