PA Kabupaten Malang Memborong Gelar Juara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan

Jakarta l Badilag.net

Produk inovasi berupa Audio to Text Recording (ATR) dari Pengadilan Agama Kabupaten Malang sukses menjadi juara I dan juara favorit Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015.

Di bawah ATR dari PA Kab Malang, e-SKUM dari Pengadilan Negeri Pekanbaru jadi juara II dan juara III diraih Pengadilan Agama Tanggamus dengan produk inovasi berupa Tanggamus Mobile Court (TMC).

Dengan demikian, dari empat juara yang diperebutkan, ada tiga yang diraih oleh satker-satker dari lingkungan peradilan agama.

Hasil akhir Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan itu diumumkan pada Jumat (13/11/2015), di Gedung Mahkamah Agung.

Pengumuman itu disampaikan Koordinator Dewan Juri Widayatno Sastro Hardjono, S.H., M.Sc., di hadapan Ketua MA Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, S.H., M.H., pimpinan MA, Dewan Juri, 10 finalis dan undangan lainnya.

“ATR terbukti sangat bermanfaat, karena menjadikan penanganan perkara menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Widayatno.

Babak final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015 diikuti oleh 10 satker. Setelah diilakukan pemeringkatan, hasilnya PA Kab Malang berada di urutan teratas dengan skor 85. Berturut-turut, di bawahnya adalah PN Pekanbaru (83,31), PA Tanggamus (80,91), PN Bale Bandung (80,45), PN Samarinda (78,98), PN Mungkid (76,04), PN Bontang (75,38), PN Yogyakarta (74,48), PN Salatiga (74,39) dan PA Merauke (74,15).

Hasil akhir kompetisi ini merupakan kombinasi antara hasil verifikasi faktual yang dilakukan pada pekan terakhir Oktober 2015 dan hasil presentasi finalis di hadapan Dewan Juri pada 12 November 2015.

Mantan Ketua Kamar Pembinaan MA Widayatno Sastro Hardjono, S.H., M.Sc. menjadi juri pada penilaian akhir bersama Prof. Dr. Takdir Rahmadi, S.H., M.H., (Ketua Kamar Pembinaan MA), Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., (hakim agung), Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. (hakim agung dan Kepala Badan Pengawasan MA),  Suroso Ono, S.H., M.H. (Panitera MA), H. Atja Sondjaja, S.H., M.H. (mantan Ketua Muda Perdata MA), Erry Riyana Hardjapamengkas, S.E. (mantan Wakil Ketua KPK), dan Dr. Lina Miftahul Jannah, S.Sos., M.Si (dosen UI).

Ketua MA, yang menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para juara, memberi selamat kepada ketiga satker yang menjadi pemenang pada kompetisi yang baru kali pertama diselenggarakan MA ini. “Saya berharap, inovasi-inovasi yang meraih juara agar terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Kepada finalis yang tidak meraih juara, Ketua MA juga memberi apresiasi yang tinggi. Inovasi-inovasi yang telah dibuat, menurut Ketua MA, perlu ditingkatkan lagi agar dapat menjadi juara pada kompetisi berikutnya.

“Dan kepada satker-satker yang belum berpartisipasi, kami harapkan agar ke depan dapat turut serta,” ucap Ketua MA. 

Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, M.H. turut bersuka cita atas prestasi yang ditorehkan PA Kabupaten Malang dan PA Tanggamus.

“Atas nama pribadi dan mewakili keluarga besar Ditjen Badilag, saya mengucapkan selamat. Semoga prestasi ini dapat memotivasi satker-satker lainnya di lingkungan peradilan agama untuk terus berinovasi, sehingga kualitas pelayanan publik di peradilan agama terus meningkat dan kepercayaan publik dapat diraih,” ujarnya.

Hakim PA Kab Malang, Dr. Zaenal Fanani, S.H., M.Hum, sangat bersyukur, produk inovasinya berhasil menjadi juara I. “Ini berkat kerja keras kawan-kawan di PA Kab Malang. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada kami,” ujar Fanani, yang berperan sebagai penyaji pada babak final, bersama Kasubbag Umum PA Kab Malang M. Farid Dzikrullah, S.H.

Kegemberiaan juga dirasakan hakim PA Tanggamus Arifin, S.HI. dan Ketua PA Tanggamus Drs. Sodikin, S.H. yang mempresentasikan TMC pada babak final. “Alhamdulillah, masuk tiga besar saja kami sudah sangat bersyukur,” kata Sodikin.

Meski hanya menempati urutan 10, duet Suparlan, S.HI dan Sarko dari PA Merauke juga bahagia dengan hasil kompetisi ini. Menurut mereka, kompetisi ini telah menghargai jerih payah satker yang berada di wilayah yang pelosok, seperti PA Merauke.

[hermansyah]