Raih ISO, PA Jakarta Pusat Jadi Pengadilan Modern Berstandar Internasional
Jakarta l Badilag.net
Pengadilan Agama Jakart Pusat sukses meraih Sertifikat ISO 9001:2008. Sertifikat sebagai bukti terjaminnya kualitas kinerja dan pelayanan itu dikeluarkan oleh IAPMO R&T—sebuah lembaga yang berpusat di Amerika Serikat. Sertifikat itu diserahkan secara simbolis kepada Sekretaris Mahkamah Agung di Aula PA Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).
Sertifikat ISO diperoleh PA Jakarta Pusat pada 19 Agustus lalu, bersamaan dengan Hari Jadi ke-70 MA, namun seremoni penyerahannya baru dilaksanakan hari ini. PA yang terletak di depan Pasar Rawasari, Cempaka Putih, itu menjadi pengadilan ke-3 di lingkungan peradilan agama yang meraih sertifikat serupa, setelah PA Stabat dan PA Jakarta Selatan.
Dengan kesuksesan ini, kini PA Jakarta Pusat menjadi pengadilan modern yang berstandar internasional. Disebut modern karena pengadilan yang diketuai Dra. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. ini didukung fasilitas dan teknologi informasi yang sangat memadai, dan disebut berstandar internasional karena sistem jaminan mutu yang dipakai ISO memang berlaku secara internasional.
Ketua PTA Jakarta Dr. H. Khalilurrahman, S.H., M.H. ketika memberi sambutan, mengatakan bahwa sebelumnya PA Jakarta Pusat telah dikenal sebagai pengadilan internasional. Ini karena yurisdiksinya meliputi negara-negara luar, selain wilayah Jakarta Pusat sendiri. Hingga sekarang, berdasarkan data yang dipaparkannya, telah 2700 perkara luar negeri yang diputus PA Jakarta Pusat.
“Jadi, Sertifikat ISO ini merupakan anugerah yang melengkapi PA Jakarta Pusat sebagai pengadilan internasional,” ujarnya.
Selain memberi apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan seluruh aparat PA Jakarta Pusat, Khalilurrahman berharap agar prestasi ini dapat terus dipertahankan.
“Bu Ketua dipromosikan menjadi hakim tinggi. Tugas dan tanggung jawab berat berada di pundak penggantinya,” tuturnya.
Sekreteris MA Nurhadi, S.H., M.H. juga mengucapkan selamat dan memberi apresiasi yang tinggi kepada pimpinan dan seluruh aparatur PA Jakarta Pusat. “Juga kepada Pak Ketua PTA Jakarta yang komitmennya luar biasa,” ujarnya.
Sekretaris MA menegaskan, untuk mendapatkan Sertifikat ISO diniscayakan adanya komitmen dan konsistensi dari pucuk pimpinan hingga staf. Dengan 10 tahapan yang harus dilalui, ia menegaskan, meraih Sertifikat ISO tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
“ISO itu ada filosofinya, yaitu tulislah apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu tulis, atau rencanakan apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu rencanakan,” ungkapnya.
ISO, lanjutnya, sangat terkait dengan reformasi birokrasi yang hulunya adalah perubahan pola pikir dan hilirnya adalah terciptanya pelayanan prima yang memuaskan masyarakat.
“Karena itu kami harapkan ISO bukan semata-mata menjadi merk, tapi yang lebih penting adalah pelayanan institusi,” tandasnya.
Dengan diraihnya Sertifikat ISO, menurut Sekretaris MA, mutu pelayanan PA Jakarta Pusat telah diakui secara internasional. Namun pengakuan tersebut tidak permanen, sebab tiap tahun, penerima Sertifikat ISO akan terus direviu jika ingin tetap mempertahankan sistem manajemen mutu.
“Perlu di-manage dengan baik. Penggantinya harus siap. Kalau tidak siap, ada yang lain yang lebih siap,” ujarnya.
Ucapan selamat dan apresiasi positif juga disampaikan Ketua Kamar Agama MA Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.H., S.IP., M.Hum. “Terima kasih secara khusus kepada pimpinan MA, terutama Bapak Sekretaris MA, yang telah mendukung sepenuhnya,” ujarnya.
Harapannya, ke depan akan lebih banyak pengadilan di lingkungan peradilan agama yang meraih Sertifikat ISO, bukan saja di Jakarta, tapi di wilayah-wilayah lainnya.
Ia menegaskan, sesungguhnya Sertifikat ISO bisa diperoleh pengadilan manapun, di pusat maupun di daerah pelosok, jika memang ada kemauan. “Yang penting ada tekad kuat dan itikad baik, Allah akan membantu,” ujarnya.
Ketua PA Jakarta Pusat Dra. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. mengatakan, tujuan pihaknya menerapkan sistem manajemen mutu hingga akhirnya memperoleh Sertifikat ISO bukanlah untuk mengharapkan pujian, melainkan semata-mata demi memberi pelayanan yang prima, baik pelayanan eksternal kepada pencari keadilan maupun pelayanan internal kepada aparatur PA Jakarta Pusat.
Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan sumbangsih, sehingga satker yang dipimpinnya sukses meraih Sertifikat ISO, menjadi pengadilan modern dan berstandar internasional.
“Terima kasih paling besar tentu saja kepada seluruh hakim, pejabat dan pegawai PA Jakarta Pusat yang telah bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas,” kata mantan Ketua PA Karawang yang sebentar lagi dilantik menjadi hakim tinggi PTA Medan itu.
[hermansyah | Suber foto: PTA Jakarta]