Setelah Menggelar Pelatihan SAPM, Ini Langkah Berikutnya


Jakarta l Badilag.mahkamahagung.go.id

Ditjen Badilag telah selesai menyelenggarakan Bimbingan dan Pelatihan Calon Trainer dan Assessor SAPM di Semarang, Kamis hingga Ahad (8-11/3/2018).

”Dari penyelenggaraan kegiatan ini, ada beberapa catatan yang perlu segera ditindaklanjuti Badilag,” ujar Ketua Panitia kegiatan ini, Subeno Trio Leksono, S.H., M.H.

Pertama, pedoman standar SAPM saat ini masih ada salah himpun dan salah kirim, yakni di bidang administrasi manajemen.

“Upaya kami selanjutnya adalah mengoreksinya dan mengirimkannya kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian. Kami juga berencana mempublikasikan pedoman tersebut di situs resmi Badilag agar dapat diperoleh seluruh PA/MS secara cepat dan mudah,” kata Kasubdit Bimbingan dan Monitoring Ditjen Badilag itu.

Kedua, belum ada kejelasan mengenai jadwal penyelenggaraan SAPM tahun ini, baik untuk PA maupun PTA, terutama dikaitkan dengan rencana penyerahan sertifikat akreditasi pada bulan Juni 2018 oleh Ketua MA.

“Upaya kami adalah segera membuat surat edaran yang berisi jadwal penyelenggaraan SAPM tahun 2018,” ujarnya.

Ketiga, berkenaan dengan anggaran untuk melakukan pendampingan maupun penilaian dalam rangka SAPM, upaya Badilag adalah segera membuat surat edaran yang berisi penegasan mengenai penggunaan anggaran PTA, baik DIPA 04 maupun DIPA 01, untuk menyukseskan SAPM sebagai salah satu program prioritas MA.

Dankeempat, hasil bimbingan dan pelatihan ini akan dievaluasi. Setelah itu, Badilag akan menetapkan para peserta kegiatan ini yang layak dan patut menjadi trainer atau assessor eksternal.

“Kepada para trainer dan assessor eksternal, kami akan memberikan sertifikat atau lisensi,” kata Subeno.

Sesuai harapan

Secara umum, kegiatan yang diikuti para Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris PTA/MSA serta sejumlah perwakilan dari PA ini berjalan sesuai dengan perencanaan. Proses dan outputnya pun sesuai harapan.

Dari segi peserta, hampir seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir, kecuali ada satu-dua orang yang tidak dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai karena sakit. Selain itu, ada pula tambahan peserta dari PTA Surabaya.

Dari segi materi dan metode, apa yang tertuang dalam silabus dan jadwal kegiatan ini telah disampaikan oleh narasumber dan diterima para peserta. Bahkan, apa yang diserap para peserta bimbingan dan pelatihan ini telah diukur dengan menggunakan postest.

“Dari segi jadwal, secara keseluruhan waktu yang kami sediakan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh narasumber dan para peserta,” kata Subeno.

Sementara itu, dari segi tempat dan fasilitas, pihak hotel telah menyediakan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan kita sebaik-baiknya.

Atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Panitia Pelaksana sangat berterima kasih kepada pihak PTA Semarang atas kerjasama dan kontribusi nyata yang telah diberikan.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada narasumber yang telah mentransfer pengetahuan dan pengalamannya sepenuh tenaga dan sepenuh hati,” kata Subeno.

Terima kasih juga ia sampaikan kepada seluruh moderator, notulis dan jajaran panitia, baik panitia dari Jakarta maupun panitia dari Semarang.

“Kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dengan antusiasme yang tinggi, kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi, sekaligus memohon maaf sekiranya ada hal-hal yang kurang berkenan,” ia menambahkan.

Subeno berharap, segala pengetahuan dan pengalaman di bidang SAPM yang diperoleh para peserta dapat diterapkan dengan baik, sehingga program SAPM di lingkungan peradilan agama dapat berjalan sesuai harapan.

“Tentu saja, kita juga harus optimis, mudah-mudahan program SAPM dapat meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan peradilan agama, sehingga kepuasan masyarakat semakin meningkat,” tuturnya.

[hermansyah]