Tak Diduga, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Badilag Mendatangi PTA Palangka Raya

Palangka Raya l Badilag.net

Tak disangka dan tak diduga. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Ditjen Badilag Dr. H. M. Fauzan, S.H., M.M., M.H. tiba-tiba muncul di Kantor Pengadilan Tinggi Agama Palangka Raya, Kamis (26/11/2015). Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, ia datang dan langsung menuju ke petugas meja informasi untuk mengisi buku tamu.

Menurut pejabat eselon II itu, sudah menjadi kebiasaannya saat bertugas ke daerah tidak memberitahukan kehadirannya kepada pimpinan dari pengadilan yang akan dikunjungi.

"Saya cari hotel dan naik taksi sendiri, dari bandara ke hotel dan ke satker yang saya kunjungi, baik itu tingkat pertama maupun tingkat banding", tuturnya, di hadapan seluruh unsur pimpinan, para hakim tinggi PTA Palangka Raya dan unsur pimpinan serta hakim dari PA Palangka Raya, di Aula PTA Palangka Raya.

Kunjungan DirbinGanis Badilag ke Bumi Tambun Bungai ini untuk meminta pendapat dan masukan mengenai silabus dan kurikulum ekonomi syariah yang sedang dirancang Badilag. Metode pembelajarannya selain secara langsung atau tatap muka, juga menggunakan metode online atau e-learning.

“Sampel akan diambil dari 15 satker pengadilan agama, salah satunya dari wilayah hukum PTA Palangka Raya,” ujarnya, sebagaimana dikutip pta-palangkaraya.go.id.

Ia menjelaskan, saat ini perkara ekonomi syariah sudah mutlak menjadi wewenang peradilan agama, namun belum seluruh pengadilan di lingkungan peradilan agama menangani perkara tersebut.

“Walaupun begitu peradilan agama harus bergegas menyiapkan dan memiliki SDM yang handal menangani perkara ekonomi syariah,” tandasnya.

Ia menambahkan, para hakim dan pegawai peradilan agama harus memiliki knowledge yang up to date, handal, peka dengan pekembangan jaman, serta profesional dalam menjalankan tupoksinya. Dengan kemampuan tersebut, kepercayaan publik terhadap peradilan agama dalam menyelesaikan sengketa, khususnya perkara ekonomi syariah, akan semakin tumbuh.

"Kalau ada pengajuan perkara ekonomi syariah dan SDM kita belum siap, apakah mungkin bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya?" ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, ia juga memberikan kesempatan kepada seluruh peserta rapat untuk memberikan pendapat serta berkonsultasi mengenai perkara ekonomi syariah dan hal-hal lainnya yang berkenaan dengan tupoksi.

[zsu l hermansyah]