Tenaga TI Paling Banyak di Peradilan Agama

Bogor l Badilag.net

Saat ini, lebih dari seribu orang bekerja sebagai pengelola teknologi informasi (TI) di empat lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung. Mereka paling banyak berada di lingkungan peradilan agama.

Berdasarkan data yang disampaikan Sekretaris MA, di Pusdiklat MA pekan lalu, secara keseluruhan saat ini terdapat 1076 tenaga TI di empat lingkungan peradilan. Mereka terdiri dari 671 PNS dan 405 honorer.

Khusus di lingkungan peradilan agama, terdapat 545 tenaga TI. Komposisinya, 286 PNS dan 259 honorer.

Lingkungan Peradilan

PNS

Honorer

Jumlah

Umum

336

138

474

Agama

286

259

545

Militer dan TUN

49

8

57

Total

671

405

1076

Jumlah tersebut sebenarnya bisa bertambah, jika para hakim yang selama ini turut mengelola TI dimasukkan. Sebagaimana diketahui, tidak sedikit hakim turut mengelola TI, di samping melaksanakan tugas utamanya dalam memeriksa dan memutus perkara.

Dibandingkan dengan empat tahun lalu, jumlah tenaga TI di empat lingkungan peradilan saat ini berkurang.

Empat tahun lalu, tepatnya pada awal 2012, pemetaan tenaga TI di lembaga peradilan mulai dilakukan melalui survei kesiapan otomasi pengadilan. Survei tersebut diselenggarakan MA bekerjasama dengan USAID.

Hasil survei itu menyebutkan, secara keseluruhan terdapat 4891 tenaga TI. Mereka terdiri 3676 PNS dari 1215 honorer. Dari jumlah honorer itu, 966 orang merupakan honorer DIPA dan 249 orang merupakan honorer non-DIPA.

Lebih profesional

Sekretaris MA mengatakan, peran tenaga TI sangat vital, seiring dengan upaya MA untuk melakukan tiga jenis transformasi.

“Yaitu financial transformation, business process transformation dan IT transformation,” ujarnya.

Pendataan tenaga TI oleh MA dimaksudkan sebagai langkah awal untuk menata pola karir dan hak-hak yang mereka terima.

“Akan saya hitung tenaga TI berdasarkan beban kerja. Akan saya tata ulang kinerja dan kesejahteraannya,” tandasnya.

Sekretaris MA juga meminta agar proses perekrutan tenaga honorer di setiap satuan kerja di bawah MA dilakukan secara lebih profesional, dengan mengutamakan kompetensi dan integritas.

[hermansyah]

Keterangan foto: Sebagian peserta pelatihan calon pelatih SIPP sedang berdiskusi kelompok dalam suasana informal, Senin (12/1/2016) malam, di mess di lingkungan Pusdiklat MA, Bogor.