Tiga Inovasi dari Pengadilan Agama Masuk 10 Besar

Jakarta l Badilag.net

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015 telah melewati babak penjurian dan verifikasi faktual. Sepuluh inovasi dinyatakan lolos dan tiga di antaranya berasal dari lingkungan peradilan agama.

Sebagaimana diumumkan panitia kompetisi ini di situs inovasi.mahkamahagung.go.id, Rabu (4/11/2015, ke-10 inovasi tersebut adalah:

NAMA PENGADILAN

JUDUL INOVASI

PA Kabupaten Malang

Audio to text recording (ATR)

PA Merauke

Kemudahan Masyarakat Pencari Keadilan Untuk MemperolehInformasi di Pengadilan Agama Merauke Hanya Dengan Menekan Tombol HP

PA Tanggamus

Tanggamus Mobile Court (TMC)

PN Bale Bandung

Mediasi teleconference

PN Bontang

Pelayanan informasi secara interaktif melalui siaran radio

PN Munkid

Aksesibiltas pengguna difabel di website standar

PN Pekanbaru

Menghitung sendiri panjar biaya perkara (e-SKUM)

PN Salatiga

Pelayanan peradilan pemulihan terpadu (P3T)

PN Samarinda

Computerized system dalam pengarsipan perkara

PN Yogyakarta

Pelayanan kesehatan dan ruang pengasuhan anak sebagi bagian dari inovasi pelayanan terpadu

 

Penilaian substansi dilakukan dewan juri yang berasal dari internal Mahkamah Agung pada 20 dan 23 Oktober 2015 di Gedung MA. Sementara itu, verifikasi faktual dilaksanakan oleh Tim Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana di seluruh pengadilan yang inovasinya masuk 10 besar pada 28 hingga 30 Oktober 2015.

Setelah pengumuman ini, penanggung jawab ke-10 inovasi tersebut akan diundang ke Jakarta untuk memaparkan inovasinya secara terbuka di hadapan dewan juri dan peserta lainnya. Dari situ, dewan juri akan menetapkan inovasi-inovasi yang berhak menyandang gelar juara I, II dan III.

Selain itu, panitia juga mengundang masyarakat untuk terlibat dalam kompetisi ini dengan cara memilih salah satu di antara 10 inovasi yang masuk final. Sebagaimana juara I, II dan III, juara favorit juga akan diberi penghargaan.

Apresiasi Dirjen

Dirjen Badilag Drs. H. Abdul Manaf, M.H. mengucapkan selamat kepada tiga PA yang inovasinya lolos ke 10 besar. Ia berpesan agar ketiga PA itu mempersiapkan diri sebaik-baiknya, sebelum melakoni ujian berikutnya di hadapan dewan juri yang berasal dari pihak eksternal MA.

“Dan kepada PA-PA yang inovasinya tidak masuk 10 besar, saya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena telah ikut serta dalam kompetisi ini,” ujarnya.

Dirjen Badilag berharap agar seluruh pengadilan di lingkungan peradilan agama tetap semangat untuk berkreasi dan berinovasi, demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

[hermansyah]